PERAN SISWA SEBAGAI PENYULUH DALAM MENANGGULANGI TINDAKAN CYBERBULLYING DI DESA SUKOSARI
Keywords:
peran siswa, penyuluh, CyberbullyingAbstract
Ketersediaan internet ini memunculkan adanya media sosial di kalangan remaja yang dapat membawa ke dampak yang negatif. Salah satunya adalah dengan adanya Cyberbullying. Cyberbullying pada umumnya dilakukan melalui media situs jejaring sosial seperti situs jejaring sosial seperti YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Line, FB Messenger, LinkedIn, Pinterest, We Chat, Snapchat, Skype, Tik Tok, Tumblr, Reddit, Sina Weibo. Cara pembuliannya pun bermacam-macam, mulai dari pengancaman, menghina, menyebarkan isu-isu palsu, bahkan asusila. Cyberbullying lebih mudah dilakukan karena pelaku tidak berhadapan langsung dengan si korban. Solusi yang ditawarkan adalah penyampaian materi tentang cyberbullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pembagian kelompok, ceramah, FGD, tanya jawab dan simulasi, sehingga kegiatan dapat berjalan tanpa ada batas dan sekat antara tim pengabdian dengan masyarakat. Pada waktu Tim pengabdian memberi materi penyuluhan peserta dapat bertanya apabila ada materi yang belum paham. Sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 6 bulan. Kegiatan pengabdian ini berkolaborasi dengan perangkat desa agar pelaksanaan pengabdian ini dapat berjalan lancar. Siswa sebagai sasaran dalam kegiatan pengabdian ini sebelumnya belum begitu memahami tentang tindakan-tindakan yang masuk dalam kategori cyberbullying. Setelah materi tersampaikan siswa mengetahui dan memahami tindakan-tindakan yang mengarah ke tindakan cyberbullying. Selain itu, dalam pengabdian ini siswa juga dibekali terkait peengatahuan tentang proses pencegahan maupun pelaporan terhadap tindakan cyberbullying. Pada akhir kegiatan pengabdian muncul komitmen dari siswa yang didapatkan dari hasil wawancara berkaitan dengan melakukan sharing pengetahuan kepada orang lain tentang tindakan cyberbullying. Siswa yang telah mendapat penyuluhan ini akan menjadi penggerak untuk mencegah dan melawan tindakan-tindakan cyberbullying di lingkungannya
References
A.B. Proctor, S. Hinduja, and J.W. Patchin. (2009). Victimization of Adolescent Girls: Cyberbullying Research summary,http://www.cyberbullying.us/cyberbullying_girls_victimization.pdf, retrieved Feb 20, 2011.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "49 Persen Netizen di Indonesia Pernah Mengalami "Bullying" di Medsos", https://tekno.kompas.com/read/2019/05/16/08290047/49-persen-netizen-di-indonesia-pernah-mengalami-bullying-di-medsos. Penulis: Yudha Pratomo Editor : Oik Yusuf
Hana Machackova, dkk. (2013). Effectiveness of Coping Strategies for victims of cyberbullying, Journal of Psychosocial Research on Cyberspace: Cyber Psychology
J. Wolak, K.J. Mitchell, and D. Finkelhor. (2007). “Unwanted and Wanted Exposure to Pornography in A National Sample of Youth Internet Users”, Pediatrics,119(2): 247-257
R. M. Kowalski, and S.P. Limber. (2007). “Electronic Bullying Among Middle School Students”, Journal of Adolescent Health, 41, 522-530


mini.png)

