UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ORANG TUA SISWA/SISWI TENTANG BAHAYA PERNIKAHAN DINI DI SMPN 15 KOTA CIREBON

Authors

  • Sriyatin APP DIII Keperawatan Kampus Cirebon, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Diyah Sri Yuhandini D.IV Kebidanan Kampus Cirebon, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Keywords:

pengetahuan, pernikahan dini.

Abstract

Pernikahan anak adalah masalah global yang dialami di banyak Negara di dunia. ASEAN sendiri juga telah berkomitmen untuk menghapus kekerasaan terhadap anak, termasuk pernikahan anak melalui ASEAN Regional Plan of Action on Elimination of violence against Children (ASEAN RPA on EVAC). Komitmen ASEAN tersebut meliputi pencegahan, perlindungan, dan menumbuhkan kesadaraan untuk mencegah kekerasaan terhadap anak baik secara fisik, seksual, maupun psikologis (Desyanti, 2015). Menurut United Nations Development Economic and Social Affairs (UNDESA, 2010) Indonesia termasuk Negara ke-37 dengan persentase pernikahan usia muda yang tinggi dan merupakan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja. Jumlah pernikahan dini di Indonesia sebanyak 0,2 % dari 22.000 wanita usia 10-14 tahun sudah menikah. Pada tingkat ASEAN, tingkat pernikahan dini di Indonesia berada di urutan kedua terbanyak setelah Kamboja. Perempuan muda di Indonesia dengan usia 10-14 tahun menikah sebanyak 0,2% atau lebih dari 22.000. (11,7% perempuan dan 1,6% laki-laki) (BKKBN, 2013). Diharapkan dengan kegiatan ini, orang tua memiliki pengetahuan tentang  bahaya pernikahan dini dengan baik sehingga dapat membekali anak remaja nya dengan pengetahuan  tentang bahaya pernikahan dini .dengan meningkatnya pengetahuan  diharapkan dapat merubah perilaku kearah positif. 

References

BPS. (2019). Lemahwungkuk Dalam Angka 2019.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. (2012) Survei Demografi dan Kesehatan 2012.

Desiyanti. 2015. Faktor-faktor yang Berhubungan Terhadap Pernikahan Dini Pada Pasangan Usia Subur, Jikmu, Vol 5, No. 2

Direktorat Kesehatan Reproduksi, B. K. (2017). Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Bagi Kelompok Kegiatan PIK Remaja (PIK R). Jakarta.

Direktorat Bina Ketahanan Remaja, B. K. (2014). Kurikulum Diklat Teknis Pengelolaan PIK Remaja/ Mahasiswa bagi Pengelola, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya PIK Remaja/ Mahasiswa. Jakarta.

Direktorat Bina Ketahanan Remaja, B. K. (2019). Modul Fasilitator/Pendidik Sebaya di PIK Remaja “Rencanakan Masa Depanmu”. Jakarta.

Handayani, E. Y. (2014). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Usia Dini pada Remaja Putri Di Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu‟, 1(5), pp. 200–206.

Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pradipta, N. S. D., Wahyuni, E. S. and Sumarti, T. (2017)„Adolescent Women Marriage Practices and Peer Pressures In Rural West Java‟.

Ridhaningsih. Sitti Nur Djannah. (2011). Hubungan Aktivitas Seksual Pada Usia Dini, Promiskuitas dan Bilas Vagina dengan Kejadian Kanker Leher Rahim pada Pasien Onkology di RSUD dr. Moewardi Surakarta. KESMAS Vol 5, No 2, Juni 2011. ISSN : 1978-0575.

Salamah, S. (2016). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobongan‟.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Badan Pusat Statistik, Kementerian Kesehatan.

Yusfina. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini di wilayah kerja UPT Puskesmas PONED Cangkol Kota Cirebon Tahun 2019. SKRIPSI. Cirebon: Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.

Downloads

Published

2022-06-22

Issue

Section

Articles