PEMBENTUKAN KOMUNITAS ANTI CYBERBULLYING DI KALANGAN SISWA MENEGAH ATAS SEBAGAI UPAYA PREVENTIF MENUJU DESA SUKOSARI BEBAS DARI PERILAKU

Authors

  • Satrio Ageng Rihardi Universitas Tidar
  • Jaduk Gilang Pembayun Universitas Tidar
  • Arnanda Yusliwidaka Universitas Tidar

Keywords:

Komunitasi Siswa, Anti Cyberbullying, Upaya Preventif

Abstract

Ketersediaan internet ini memunculkan adanya media sosial di kalangan remaja yang dapat membawa ke dampak yang negatif. Salah satunya adalah dengan adanya Cyberbullying. Cyberbullying pada umumnya dilakukan melalui media situs jejaring sosial seperti situs jejaring sosial seperti YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Line, FB Messenger, LinkedIn, Pinterest, We Chat, Snapchat, Skype, Tik Tok, Tumblr, Reddit, Sina Weibo. Cara pembuliannya pun bermacam-macam, mulai dari pengancaman, menghina, menyebarkan isu- isu palsu, bahkan asusila. Cyberbullying lebih mudah dilakukan karena pelaku tidak berhadapan langsung dengan si korban. Selain itu, Cyberbullying juga lebih sulit untuk diidentifikasi oleh para orang tua dan guru. Apalagi di jaman sekarang ini, hampir semua anak usia sekolah menengah bahkan sekolah dasar sudah memiliki akun jejaring sosial. Menurut hasil riset Polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan ada sekitar 49 persen netizen yang pernah menjadi sasaran bullying di medsos. Tentang pelaku cyberbullying terhadap siswa, 40% siswa mengatakan tidak tahu pelakunya dan 60% mengatakan mengetahui pelakunya yaitu: teman sekolah (37%), kakak kelas (6%), adik kelas (40%), dan teman luar sekolah (7%). Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdian menerapkan metode ceramah, diskusi (FGD), tanya jawab dan simulasi serta menggunakan pendekatan kontesktual dalam memberi penyuluhan dan pembekalan kepada siswa terlebih dahulu kemudian membentuk tim penyuluh dalam memberikan materi tentang dampak yang ditimbulkan terhadap perbuatan cyberbullying dan dan upaya preventive untuk perbuatan cyberbullying. Pada tahap pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan dalam jangka waktu 3 tahun. Pada tahun pertama sudah dilaksanakan bentuk upaya pencegahan perbuatan cyberbullying melalui penyelesaian permasalahan dan sampai kepada tata cara berkomunikasi yang baik dan benar sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa indonesia dan pada tahun kedua sudah dilaksanakan penguatan peran remaja SMA yang telah memperoleh materi tentang cyberbullying untuk di aplikasikan ke warga Desa Sukosari Kabupaten Magelang, sedangkan untuk tahun ketiga sudah menghasilkan adanya komunitas anti cyberbullying di desa sukosari dan akan dijadikan sebagai desa percontohan bagi desa lainnya dalam mewujudkan Kabupaten Magelang Bebas dari tindakan Bullying. Luaran yang dicapai adalah para remaja memahami dan mengerti tata cara berkomunikasi yang baik dan benar serta tata cara berkomunikasi di media sosial dengan bijak dan tidak menimbulkan perbuatan yang merujuk ke perbuatan bullying.  Tentunya pengabdian ini, akan dapat menginisasi  dalam pembentukan komunitas anti cyberbullying di Desa Sukosari , Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

References

Ary, B., Poltekkes, P., & Sukoharjo, B. M. (2019). Korelasi Penggunaan Media Sosial terhadap Sikap Antisosial pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Sukoharjo. IJMS-Indonesian Journal On Medical Science, 6(2).

Endriani, Y., Mirza, A., & Nursang, A. (2017). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Komunikasi Matematis. Jurnal Pendidikan Dan …, 6(11), 2–14. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/22860

Ilham, I. (2020). Perkembangan Emosi Dan Sosial Pada Anak Usia Sekolah Dasar. EL-Muhbib: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Dasar, 4(2), 162–180. https://doi.org/10.52266/el-muhbib.v4i2.562

Kowalski, R. M., & Limber, S. P. (2007). Electronic Bullying Among Middle School Students. Journal of Adolescent Health, 41(6 SUPPL.), S22--S30. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2007.08.017

Maharani, A. (2014). Mengenal Kecerdasan Emosional Dalam Pembelajaran Matematika. Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 2(1), 63–70. http://jurnal.unikal.ac.id/index.php/Delta/article/view/474

Nurdianto, F. (2021). Pengaruh Intensitas Dan Pemanfaatan Internet Terhadap Akhlak Bermasyarakat. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(1), 120–128. https://doi.org/10.31316/g.couns.v6i1.2191

Proctor, A. B., Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2011). Victimization of Adolescent Girls: Cyberbullying Research Summary.

Sari, A. P., Ilyas, A., & Ifdil, I. (2017). Tingkat Kecanduan Internet pada Remaja Awal. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 3(2), 110–117. https://doi.org/10.29210/02018190

Sholikhah, D. M., & Ismawati, P. (2022). Pengaruh Penerapan Physical Distancing terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 8(1), 94–101.

Siti, K., & Nurizzati, Y. (2018). Dampak Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Terhadap Perilaku Sosial Siswa Di Man 2 Kuningan. Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 7(2), 161–176. https://doi.org/10.24235/edueksos.v7i2.3370

Wolak, J., Mitchell, K., & Finkelhor, D. (2007). Erratum: Wanted and unwanted exposure to online pornography in a national sample of youth internet users. Pediatrics, 119(6), 1272. https://doi.org/10.1542/peds.2007-1197

Downloads

Published

2022-12-31

Issue

Section

Articles