UPAYA PREVENTIF TERHADAP PERILAKU CYBER BULLYING DI KALANGAN SISWA SMA NEGERI DI KOTA MAGELANG
Keywords:
Cyberbullying, internet, pengabdian, penyuluhan, kota MagelangAbstract
Ketersediaan internet ini memunculkan adanya media sosial di kalangan remaja yang dapat membawa ke dampak yang negatif. Salah satunya adalah dengan adanya Cyberbullying. Cyberbullying pada umumnya dilakukan melalui media situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, Yahoo Messenger, Line dan Whatsapp. Cara pembuliannya pun bermacam-macam, mulai dari pengancaman, menghina, menyebarkan isu-isu palsu, bahkan asusila. Ada juga pelaku yang mencuri atau meng-hack password akun e-mail dan atau situs jejaring sosial milik korban, lalu meng-update status dengan kata-kata atau gambar-gambar yang tak senonoh. Cyberbullying lebih mudah dilakukan karena pelaku tidak berhadapan langsung dengan si korban. Selain itu, Cyberbullying juga lebih sulit untuk diidentifikasi oleh para orang tua dan guru. Apalagi di jaman sekarang ini, hampir semua anak usia sekolah menengah bahkan sekolah dasar sudah memiliki akun jejaring sosial. Menurut hasil riset Polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan ada sekitar 49 persen netizen yang pernah menjadi sasaran bullying di medsos. Tentang pelaku cyberbullying terhadap siswa, 40% siswa mengatakan tidak tahu pelakunya dan 60% mengatakan mengetahui pelakunya yaitu: teman sekolah (37%), kakak kelas (6%), adik kelas (40%), dan teman luar sekolah (7%). Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdian menerapkan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi serta menggunakan pendekatan kontesktual dalam memberi penyuluhan dan pembekalan kepada siswa tentang dampak yang ditimbulkan terhadap perbuatan cyberbullying dan dan upaya preventive untuk perbuatan cyberbullying. Pada tahap pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan dalam jangka waktu 3 tahun. Hasil yang dicapai siswa tidak akan mengulangi perbuatan cyberbullying dan dapat takut akan dampak negatif yang terjadi serta sampai pada proses hukum. Serta Tim pengabdian memberikan pengetahuan dan simulasi materi yang tepat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penanggulangan dan proses penanganan ketika melihat ada perbuatan cyberbullying di sekitarnya. Kemudian siswa berani untuk melaporkan perbuatan cyberbullying kepada pihak yang berwenang seperti guru BK bahkan sampai pada KPAD (komisi Perlindungan anak daerah) di Kota Magelang.


mini.png)

