PEMBUATAN BATIK CIPRAT UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19
Keywords:
pelatihan membatik, pengabdianAbstract
Batik merupakan salah satu satu karya seni warisan budaya. Batik memiliki nilai kehidupan dan makna filosofis yang harus dipelajari serta dilestarikan. Terdapat berbagai macam teknik batik diantaranya batik cap, batik tulis, batik ciprat, batik lidi, dan batik jumputan. Batik dengan motif menarik akan memiliki nilai jual yang tinggi. Pada masa pandemi Covid-19 mengakibatkan masyarakat membatasi kontak fisik secara langsung. Keadaan ini mengakibatkan kreativitas masyarakat kurang terasah.Kegiatan pelatihan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pemberian pelatihan dan diskusi mengenai proses pembuatan batik ciprat. Dilanjutkan praktik langsung melakukan aktivitas-aktivitas membatik. Sebagai hasil dari kegiatan ini adalah ibu-ibu RT mampu membuat batik ciprat dengan berbagai kreativitas motif dan pewarnaan.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei, dokumentasi dan observasi. Peserta pelatihan ibu-ibu di wilayah RT 03 Kalipakis Tirtonirmolo Kasihan Bantul Analisis data dikumpulkan berdasarkan kelompok tertentu. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pemberian pelatihan dan diskusi mengenai proses pembuatan batik ciprat. Dilanjutkan praktik langsung melakukan aktivitas-aktivitas membatik. Respon masyarakat menunjukkan hasil yang sangat baik. Setelah pelatihan, muncul pengetahuan dan wawasan baru bagi masyarakat serta kreativitas masyarakat juga meningkat, dibuktikan melalui terbentuknya berbagai macam motif batik.Sebagai hasil dari kegiatan ini adalah ibu-ibu RT mampu membuat batik ciprat dengan berbagai kreativitas motif dan pewarnaan.
References
Indarmaji, Seni Kerajinan Batik, Yogyakarta: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, 1983.
I. Tirta, Batik Sebuah Lakon, Jakarta: Gaya Favorit Press, 2009.
E. Mulyaningrum, Pengembangan pola batik klasik "s" martawi di Gajahan Surakarta, kajian tentang ragam hias, proses, bahan dan fungsi, 2006.
A. Garnadi, S. Guritman, A. Kusnanto and F. Hanum, "Survey Pola Grup Kristalogi Bidang Ragam Batik Tradisional," Journal of Mathematics and Its Applications, vol. 11, no. 2, pp. 1-10, 2012.
R. Kusumaningtyas, "2009," Perlindungan Hak Cipta atas Motif Batik sebagai Warisan Budaya Bangsa (Studi Terhadap Karya Seni Batik Tradisional Kraton Surakarta).
S. Lestari, Mengenal Aneka Batik, PT. Balai Pustaka, 2012.
A. FAuzia and M. Na'am, "Motif Batik Belimbing: Kajian Sumber Ide dan Makna Simbolis," Jurnal Teknologi Busana dan Boga, vol. 8, no. 2, pp. 102-107, 2020.
D. S. Kartika, Budaya Nusantara, Bandung: Rekayasa Sains, 2007.
J. W. Greg Richards, Tourism, Creativity, and Development, London: Routledge, 2007.
D. M. d. R. R. R. Nainggolan, Pemberdayaan Masyarakat, Yogyakarta: CV. Budi Utama, 2019.
E. S. Soegoto, Enterpreneurship, Jakarta: PT. Elek Komputindo, 2009.


mini.png)

