PENGENALAN DAN PELATIHAN PERTUMBUHAN GIGI SERTA MENGENAL TANDA AWAL PENYAKIT GIGI MULUT ANAK PADA GURU SEKOLAH DASAR

Authors

  • Cahyo Nugroho Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Nia Daniati Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Shantika Jahja Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Keywords:

Pelatihan, Pertumbuhan gigi, Penyakit gigi dan mulut

Abstract

Penyakit gigi dan mulut pada anak-anak usia SD sering terjadi, hal ini bisa menyebabkan hambatan dalam belajar misalnya, anak akan sulit berkonsentrasi saat belajar di kelas karena gigi atau gusinya sakit, anak menjadi murung dan minder dan pada akhirnya akan menyebabkan prestasi belajarnya turun (Syah, 2019). Masa anak-anak usia sekolah merupakan masa untuk meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan kesehatan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Riskeddas 2018 Kemenkes RI tercatat 69% dari anak-anak sekolah dasar yang memiliki masalah pada giginya. Kebanyakan masalah gigi yang ditemukan pada anak-anak sekolah dasar yaitu dalam bentuk karies gigi dan penyakit periodontal. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut serta membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara kesehatan. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan Penyuluhan Pertumbuhan Gigi dan Pelatihan Mengenal Tanda Awal Penyakit Gigi dan Mulut Anak Pada Guru Sekolah. Setelah dilakukan pelatihan Mengenal Tanda Awal Penyakit Gigi dan Mulut Anak Pada Guru Sekolah dan Guru Sekolah dasar dapat mendeteksi awal kelainan gigi secara visual dan Murid sekolah dasar dapat mengetahuai awal kelainan gigi dan cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulutnya.

References

Herijulianti, E., Indriani, T.S., Artini, S., 2012, Pendidikan Kesehatan Gigi, Jakarta.

Houwink, B., 2013, Preventive Dentistry, Gajah Mada Universitas Press, Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Yogyakarta.

Januar, 2009, Kesehatan Gigi pada Undang-Undang Kesehatan 2014, http://pdgi.or.id/news/detail/kesehatan-gigi-pada-uu-kesehatan-2019.

Maulidta KW, 2008, Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi dan Konsumsi Makanan Jajanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-kanak Pondok Beringin Semarang, Skrisi, Universitas Diponegoro, Semarang.

Notoatmodjo.(2010). Metodologipenelitiankesehatan. Jakarta: RinekaCipta. h.57, 124

Patmonodewo S, 2018, Pendidikan Anak Prsekolah, PT RinekaCipta; Jakarta.

Putri, M., Herijulianti, E., & Nurjannah, N. (2015). Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta.

Riyanti, E., Saptarini, R. (2010). Improving Of The Oral And Dental Health By Changing ChildBehaviour. Bandung. Universitas Padjadjaran

Santoso Bedjo dan Sutomo Bambang ., 2016, Penyuluhan Metode Audio Visual dan demonstrasi Terhadap Pengetahuan Menyikat Gigi Pada Anak Sekolah Dasar,Jurnal Kesehatan Gigi Vol.03 No.2.Desember 2016

Sariningsih,E, 2017. Merawat gigi anak sejak usia dini. Gramedia, Jakarta

Setiawandkk, 2014, Hubungan Pelaksanaan Ukgs dengan Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Murid Sekolah Dasar dan Sederajat di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Putih Kota Banjarmasin,Vol II (1), 102 – 109.

Suwelo, 2018, Karies pada Anak dengan Pelbagai Faktor Etiologi, ECG, Jakarta.

Syah, M., 2019, Psikologi Belajar. Logos Wacana Ilmu, Jakarta.

Tarigan, R., 2019, Karies Gigi, Hipokrates, Jakarata.

Tomasowa, 2021, Penuntun Umum untuk Guru Sekolah Dasar, Direktorat Kesehatan gigi, Jakarta.

Downloads

Published

2024-12-10