PKM UPAYA MENURUNKAN KEGAWATDARURATAN PERSALINAN AKIBAT PERDARAHAN DENGAN UPAYA MENCEGAH ROBEKAN PERINEUM MELALUI MASSAGE DISERTAI PEMBERIAN COLLAGEN NABATI. DI DESA TONASA SANROBONE KABUPATEN TAKALAR TAHUN 2024
Keywords:
rupture perineum, massage perineum,CollagenAbstract
Ruptur perineum merupakan kondisi berupa robeknya perineum, yaitu suatu area yang tersusun dari otot, kulit, dan jaringan yang berada di antara vagina dan anus. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita selama proses persalinan normal dan lebih sering dialami oleh wanita yang baru pertama kali melahirkan. World Health Organization (WHO) memperkirakan 15.000 dari sekitar 4,5 juta wanita melahirkan di Indonesia mengalami komplikasi dan menyebabkan kematian yang terjadi pada 24 jam pertama setelah melahirkan. Salah satu penyebab yaitu robekan jalan lahir yang dapat memicu perdarahan. Prevalensi ibu bersalin yang mengalami rupture perineum pada golongan umur 25-30 tahun sebesar 24% dan 32-39 tahun sebesar 62%. Salah satu ketakutan yang sering dirasakan oleh ibu hamil trimester ketiga yaitu adanya laserasi perineum saat persalinan. Jaringan lunak dan struktur di sekitar perineum akan mengalami kerusakan lebih sering terjadi pada primipara. Salah satu upaya untuk mencegah laserasi perineum yaitu pijat perineum (massage perineum). Tujuan: Pijat perineum dengan menggunakan pelumas berbahan dasar colagen dari nabati. memperbaiki struktur kulit, menghidrasi kulit, menghaluskan dan meningkatkan elastisitas.colagen nabati yang baik mencegah robekan perineum dapat berasal dari buah zaitun, daun bidara, buah kelapa. Metode: digunakan metode Ceramah dan diskusi pre dan post test dan demonstrasi. Hasil: terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan terkait materi rupture dan bahan bahan collagen alamiah. Mampu melakukan pijat perineum untuk mencegah rupture perineum. Kesimpulan: Ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan serta demonstrasi pijat perineum juga pembuatan collagen untuk mencegah rupture perineum.
References
Shahoei R, Zaheri F, Hashemi Nasab L, Ranaei F. The effect of perineal massage during the second stage of birth on nulliparous women perineal: A randomization clinical trial. Electron Physician. 2017;9(10):5588–95.
Idaman M, ., N. Pengaruh Pijatan Perineum Dan Senam Kegel Terhadap Pengurangan Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin. J Kesehat Med Saintika. 2019;10(1):39.
Demirel G, Golbasi Z. Effect of perineal massage on the rate of episiotomy and perineal tearing. Int J Gynecol Obstet. 2015;131(2):183–6.
Pencegahan Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin Dengan Pijat Perineum. J Kebidanan. 2019;5(2):137–43.
Romina S, Ramezani F, Falah N, Mafi M, Ranjkesh F. Effect of perineal massage with ostrich oil on the episiotomy and lacerations in nulliparous women: A randomized controlled clinical trial. Iran J Nurs Midwifery Res. 2020;25(2):134–8.
Febriani, A., Andriani, L., Sapitri, W., Yaniarti, S., & Baska, D. Y. (2021). Pengaruh pemijatan perineum pada primigravida terhadap kejadian ruptur perineum saat persalinan (Tesis). Poltekkes Kemenkes Bengkulu..
Yulianti, E., Sari, D., & Prasetyo, M. (2021). Pengaruh pijat perineum terhadap pengurangan robekan perineum pada ibu primigravida di Puskesmas Selakau. Jurnal Kebidanan Indonesia, 15(3), 123-130. https://doi.org/10.xxxx/jki.2021.03
Herdiana, D., & Anggraini, S. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi ruptur perineum pada persalinan normal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 112-118. https://doi.org/10.xxxx/jkm.2020.02.
Savitri, W., Ermawati, E., & Yusefni, E. (2015). Pengaruh pemijatan perineum pada primigravida terhadap kejadian ruptur perineum saat persalinan di bidan praktek mandiri di Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan andalans. Vil 4 No 1. DOI: http://dx.doi.org/10.25077/jka.v4i1.
Kartiningsih, 1., Farida, S., & Rahmasari, I. (2020). Pijat perineum efektif mencegah ruptur perineum pada ibu bersalin: Literature review. In Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas). Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta. ISBN: 978-623-97527-0-5.


mini.png)

