https://ijocs.rcipublisher.org/index.php/ijocs/issue/feed Indonesian Journal Of Community Service 2026-10-16T06:31:51+00:00 Megita Dewi Pamungkas, M.Pd. ijocsrci@gmail.com Open Journal Systems <p>The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesian Journal Of Community Service, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows:</p> <ol start="1"> <li class="show"><strong>Community Services, People, Local Food Security;</strong></li> <li class="show"><strong>Training, Marketing, Appropriate Technology, Design;</strong></li> <li class="show"><strong>Community Empowerment, Social Access;</strong></li> <li class="show"><strong>Student Community Services;</strong></li> <li class="show"><strong>Border Region, Less Developed Region;</strong></li> <li class="show"><strong>Education for Sustainable Development.</strong></li> </ol> https://ijocs.rcipublisher.org/index.php/ijocs/article/view/383 IMPLEMENTASI BUKU SAKU MELALUI PEMBERDAYAAN DOKTER KECIL UNTUK MENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA MURID MADRASAH IBTIDAIYAH 2026-10-15T07:30:50+00:00 Culia Rahayu culia@gmail.com Yayah Sopianah yayah@gmail.com Hilmiy Ila Robbihi hilmiy@gmail.com <p>ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Namun, pelaksanaan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) di MI Nagarakasih 2 Kota Tasikmalaya belum berjalan optimal sehingga diperlukan strategi pemberdayaan dokter kecil sebagai edukator sebaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut melalui implementasi buku saku kesehatan gigi. Metode yang digunakan adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan 20 dokter kecil dan 200 siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan dan edukasi, implementasi dan pendampingan, monitoring dan integrasi, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, lembar observasi, dan lembar monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dokter kecil meningkat, ditandai seluruh peserta (100%) berada pada kategori baik setelah pelatihan dengan rata-rata skor meningkat dari 71,25 menjadi 96,00. Pengetahuan siswa juga mengalami peningkatan, dengan kategori baik meningkat dari 35% menjadi 84% dan rata-rata skor meningkat dari 69,75 menjadi 88,97. Selain itu, keterampilan menyikat gigi siswa meningkat dengan rata-rata skor dari 62,38 menjadi 77,32 serta terjadi penurunan kategori kurang terampil dari 42% menjadi 3%. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan dokter kecil melalui media buku saku efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut serta berpotensi menjadi model edukasi kesehatan berbasis sekolah yang mendukung penguatan pelaksanaan UKGS secara berkelanjutan.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://ijocs.rcipublisher.org/index.php/ijocs/article/view/384 PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN GIGI MELALUI PROGRAM DENTAL HEALTH DUCATION BERBASIS INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU BALITA 2026-10-15T07:49:31+00:00 Rena Setiana Primawati rena@gmail.com Nia Daniati nia@gmail.com <p>Karies gigi pada anak usia dini masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang melibatkan masyarakat. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan kader kesehatan gigi melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan gigi dalam melaksanakan <em>Dental Health Education</em> berbasis Instagram serta meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan penggunaan Instagram <strong>@gigikusehat_id</strong> kepada 30 kader kesehatan gigi, pendampingan kader dalam memberikan edukasi kepada 30 ibu balita di Posyandu, serta evaluasi menggunakan kuesioner <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 93,3% setelah pelatihan. Pengetahuan ibu balita juga mengalami peningkatan, yaitu kategori baik dari 6,66% sebelum edukasi menjadi 83,33% setelah edukasi. Monitoring pascapelatihan menunjukkan 60% kader aktif melaksanakan penyuluhan di Posyandu dan 76,66% kader berhasil memberikan edukasi kepada sedikitnya 15 orang tua balita. Seluruh indikator luaran program berhasil melampaui target yang ditetapkan. Program <em>Dental Health Education</em> berbasis Instagram terbukti efektif meningkatkan kompetensi kader dan pengetahuan ibu balita serta berpotensi menjadi model promosi kesehatan gigi dan mulut yang inovatif, mudah diakses, dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://ijocs.rcipublisher.org/index.php/ijocs/article/view/385 PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI MEDIA KALENDER SIKAT GIGI PAGI MALAM (SIGI PALAM) DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT IBU HAMIL 2026-10-15T07:55:20+00:00 Aan Kusmana aan@gmail.com Samjaji Samjaji@gmail.com Shantika Jachja shantika@gmail.com <p>Masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil masih menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan kader Posyandu melalui media edukasi yang mudah dipahami dan diterapkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kepada ibu hamil menggunakan Kalender Sikat Gigi Pagi Malam (SIGI PALAM) di Desa Hegarwangi, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kader, praktik penyuluhan kepada ibu hamil, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 30 kader Posyandu dan 30 ibu hamil. Hasil menunjukkan bahwa proporsi kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 23,33% menjadi 93,3% setelah pelatihan. Pengetahuan ibu hamil juga mengalami peningkatan, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 13,33% sebelum edukasi menjadi 86,66% setelah edukasi. Monitoring menunjukkan 70% kader aktif melaksanakan penyuluhan di Posyandu dan 76,66% berhasil memberikan edukasi kepada minimal 15 ibu hamil. Seluruh indikator luaran program berhasil melampaui target yang ditetapkan. Program pemberdayaan kader menggunakan Kalender SIGI PALAM terbukti efektif meningkatkan kompetensi kader dan pengetahuan ibu hamil serta berpotensi menjadi media edukasi promotif dan preventif yang inovatif, mudah diterapkan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesehatan gigi dan mulut ibu hamil.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://ijocs.rcipublisher.org/index.php/ijocs/article/view/386 IMPLEMENTASI ORAL HEALTH RELATED QUALITY OF LIFE PADA KADER KESEHATAN DALAM MENUNJANG USAHA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT (UKGM) DI KELURAHAN SAMBONGJAYA KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA 2026-10-15T08:12:10+00:00 Nia Daniati nia@gmail.com Cahyo Nugroho cahyo@gmail.com Agung Widyagdo agung@gmail.com Muhammad Fiqih Sabilillah fiqih@gmail.com <p><em>Permasalahan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pemberdayaan kader kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Oral Health Related Quality of Life (OHRQoL) pada kader kesehatan dalam menunjang Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM) di Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Kegiatan melibatkan 34 kader kesehatan dengan metode participatory learning melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Intervensi dilakukan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik teknik menyikat gigi yang benar, serta dievaluasi melalui pretest, posttest, observasi keterampilan, dan kuesioner OHRQoL. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dengan kategori baik dari 8,8% menjadi 85,3%, peningkatan keterampilan kategori sangat baik dari 0% menjadi 82,4%, serta peningkatan OHRQoL kategori baik dari 17,6% menjadi 64,7%. Implementasi edukasi berbasis OHRQoL mampu memperkuat kapasitas kader kesehatan dalam melaksanakan kegiatan promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan konsep Oral Health Related Quality of Life sebagai pendekatan pemberdayaan kader kesehatan untuk mendukung pelaksanaan UKGM di tingkat masyarakat.</em></p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://ijocs.rcipublisher.org/index.php/ijocs/article/view/387 EDUKASI KESEHATAN PENERAPAN POLA MAKAN UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI LANSIA DI PANTI SOSIAL HARAPAN KITA PALEMBANG 2026-10-16T06:31:51+00:00 R.A. Fadila radenayu.dila23@gmail.com <p><em>Pola makan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan lansia. Kebiasaan makan yang tidak sehat dapat menjadi penyebab berkurangnya kebiasaan makan pada lansia dan salah satu faktor risiko meningkatnya kebiasaan makan yang tidak teratur. Misalnya, kebiasaan makan yang tidak teratur, asupan serat (sayur atau buah) yang rendah atau kurang, makan makanan berlemak dan tinggi garam (natrium) lebih sering atau lebih sering. Lansia memiliki kebiasaan makan yang kurang baik sehingga melemahkan kesehatan lansia, sehingga masalah ini dapat diatasi dengan pola makan yang seimbang dan tepat, pola makan yang seimbang, pola makan yang&nbsp; baik . Pada lansia, yang sering ditemukan adalah kondisi kekurangan gizi yang berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan. Kebiasaan makan makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan dan mempengaruhi status gizi lansia. Kegiatan Edukasi kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada lansia dan sebagai upaya meningkatkan status gizi lansia. Melalui edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga dengan pengetahuan yang dimiliki dapat memberdayakan masyarakat untuk tahu, mau dan mampu menerapkan perilaku kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan Pola Makan untuk meningkatkan status gizi lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang. Hal ini di harapkan dapat membantu dan meningkatkan status gizi lansia serta mengurangi resiko terjadinya malnutrisi pada lansia. Edukasi disampaikan dengan metode ceramah melalui presentasi materi, dan pembagian leafled. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan pada Responden tentang Pola Makan yaitu sebanyak 25 Responden&nbsp; mengetahui tentang tujuan gizi lansia, tips memilih makanan yang sehat bagi lansia ,dan makanan yang sehat bagi lansia. Seluruh peserta mampu memahami pola makan yang sehat yang dapat meningkatkan status gizi lansia.</em></p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026