PENYULUHAN PETANI DALAM BUDIDAYA KOPI ROBUSTA ORGANIC DESA SIBORUON KECAMATAN BALIGE KABUPATEN TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA

Authors

  • Saloom Hilton Siahaan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
  • Marjandi Warinson Marjandi Saragih Universitas HKBP Nommensen
  • Ferdana Siahaan Universitas HKBP Nommensen
  • Sri Devi Marchelina Siahaan Universitas HKBP Nommensen

Keywords:

Penyuluhan petani, Kopi robusta Organic, Desa Siboruon Kecamatan Balige.

Abstract

Penyuluh untuk petani menjadi penting karena kopi sudah menjadi komoditas unggulan di Indonesia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah agar para petani di desa Siboruon memiliki teknik terbaik dalam penanaman bijih kopi sampai dengan panen kopi. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan mitra dalam pengabdian yaitu dengan  pelatihan, praktek serta pendampingan dengan pendekatan Partisipatory Rural Appraisal (PRA), yaitu melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pendampingan oleh tim pengabdi melalui kegiatan penyuluhan ini didapatkan gambaran bahwa petani kopi di Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara mengalami peningkatan pemahaman penanaman kopi mulai dari pra penanaman, pada saat penanaman dan pasca panen untuk mengolah bijih kopi dengan kualitas yang terbaik

References

Baon, J.B, S. Wiryadiputra dan E. Sulistyowati. (1998). Pengaruh Infeksi Mikoriza Terhadap Serangan Nematoda Prtylenchus Coffee pada Tanaman Kopi. Pelita Perkebunan Vol 4 : 22-30 pp.

Bouma, J. (2002). Land Quality Indicators Of Sustainable Land Management Across Scales. Agriculture, Ecosystems and Enviroment. Vol 88. 129-136 pp.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2014. Statistik Perkebunan Indonesia (Kopi). Direktorat Jenderal Perkebunan.

Eswaran, H., S.M.Virmani & L.D. Spivey Jr. (1993). Sustainable Agriculture In Developing Countries: Contraints, Chalanges and Choices.pp 7-24. In J. Ragland & R. Lal- (Eds) Technologgies for Sustainable Agriculture in the Tropics. ASA Spec. Pub. No. 56. ASACSSA-SSSA.

Hartono. (2013). Produksi Kopi Nusantara Ketiga Terbesar di Dunia. Siaran Pers http://www.kemenperin.go.id/artikel/6611/ Produksi-Kopi-Nusantara-Ketiga- Terbesar- Di-Dunia Diakses pada tanggal 24 Februari 2016.

Koampa, M. V., Benu, O. L. S., Sendow, M. M., & Moniaga, V. R. B. (2015). Partisipasi Kelompok Tani Dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian Di Desa Kanonang Lima, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa. Agri-Sosioekonomi, 11(3A), 19. https://doi.org/10.35791/agrsosek.11.3a.2015.10294

Mulato, S., Widyotomo, S., & Purwadaria, H. K. (2007). Kinerja Pembubuk Mekanis Tipe Piringan (Disk Mill) untuk Proses Pengecilan Ukuran Biji Kopi Robusta Pasca Sangrai. Pelita Perkebunan, 23(3), 231–257.

Rubiyo, S. Guntoro dan Suprapto. (2003). Usaha Tani Kopi Robusta dengan Pemanfaatan Kotoran Kambing Sebagai Pupuk Organik di Bali. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Vol. 6 (1). 73-80 pp.

Sofi’i, I. (2014). Rancang Bangun Mesin Penyangrai Kopi dengan Pengaduk Berputar. Jurnal Ilmiah Teknik Pertanian Politeknik Negeri Lampung, 6(April), 34–45.

Verma, L.N. (1993). Biofertilizer in agriculture. In Organics in Soil Health and Crop Pruduction (Ed. P. K. Thampan). Peekay Crops Dev. Found., India.

Downloads

Published

2022-12-31

Issue

Section

Articles