PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI MEDIA KALENDER SIKAT GIGI PAGI MALAM (SIGI PALAM) DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT IBU HAMIL
Keywords:
kader Posyandu, SIGI PALAM, ibu hamil, kesehatan gigi dan mulut, pemberdayaan masyarakat.Abstract
Masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil masih menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan kader Posyandu melalui media edukasi yang mudah dipahami dan diterapkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kepada ibu hamil menggunakan Kalender Sikat Gigi Pagi Malam (SIGI PALAM) di Desa Hegarwangi, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kader, praktik penyuluhan kepada ibu hamil, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 30 kader Posyandu dan 30 ibu hamil. Hasil menunjukkan bahwa proporsi kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 23,33% menjadi 93,3% setelah pelatihan. Pengetahuan ibu hamil juga mengalami peningkatan, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 13,33% sebelum edukasi menjadi 86,66% setelah edukasi. Monitoring menunjukkan 70% kader aktif melaksanakan penyuluhan di Posyandu dan 76,66% berhasil memberikan edukasi kepada minimal 15 ibu hamil. Seluruh indikator luaran program berhasil melampaui target yang ditetapkan. Program pemberdayaan kader menggunakan Kalender SIGI PALAM terbukti efektif meningkatkan kompetensi kader dan pengetahuan ibu hamil serta berpotensi menjadi media edukasi promotif dan preventif yang inovatif, mudah diterapkan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesehatan gigi dan mulut ibu hamil.
References
Ali, R. A., & Mintjelungan, C. N. (2016). Efektivitas dental health education disertai demonstrasi cara menyikat gigi terhadap tingkat kebersihan gigi dan mulut anak sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Farmasi (Pharmacon), 5(1), 164–172. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/pharmacon/article/view/11237/10827
Bushehab, N. M., Sreedharan, J., Reddys, S., D'Souza, J., & Abdelmaygd, H. (2022). Oral hygiene practices and awareness of pregnant women about the effects of periodontal disease on pregnancy outcomes. International Journal of Dentistry.
Fitri, R. (2019). Efektivitas booklet terhadap pengetahuan dan sikap pemeliharaan kesehatan gigi mulut pada ibu hamil. Jurnal Maternitas Kebidanan, 4(1), 66.
Kantole, Z. R., Worow, N. S., & Gunawan, P. N. (2016). Perbandingan efektivitas pendidikan kesehatan gigi menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. e-GIGI, 4(1), 7–12.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Upaya kesehatan gigi dan mulut. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Faktor risiko kesehatan gigi dan mulut. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. PT Rineka Cipta.
Putri, M. H., Herijulianti, E., & Nurjannah, N. (2010). Ilmu pencegahan penyakit jaringan keras dan jaringan pendukung gigi. EGC Penerbit Buku Kedokteran.
Sumartan, N. P., Danudiningrat, C. P., & Kamadjaja, D. B. (2022). Pengaruh infeksi gigi pada kesehatan umum. Airlangga University Press.
Swacita, I. B. N., & Suradana, W. (2023). Kesehatan masyarakat veteriner dan One Health.


mini.png)

